Kamis, 18 April 2013

Contoh Makalah

 
Malakah Analisi Tentang
Narkoba dengan Generasi Muda












GAMBAR  ATAU  LOGO
 































                                      Disusun oleh:
Nama         : Damar Ramandita
NPM                    : 11110651
Kelas          : 3KA19













BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Hubungan narkoba dengan generasi muda dewasa ini amat erat. Artinya amat banyak kasus kecanduan dan pengedaran narkoba yang di dalamnya terlibat generasi muda, khususnya remaja sekolah dan luar sekolah (putus sekolah). Menurut perhitungan pada pakar dan pers ada sekitar 4 juta orang yang terlibat narkoba. Bahkan narkoba sudah memasuki sekolah-sekolah. Jenis narkoba yang sering ditemukan adalah pil nipan dan daun ganja.
Makalah yang berjudul Bahaya Narkoba Bagi Remaja ini kami tujukan kepada para remaja, Mahasiswa, Pelajar ataupun pada Halayak ramai yang membaca makalah ini agar bisa mengerti tentang bagaimana bahaya narkoba yang bisa membuat kita lalai dalam hal apapun. Dengan harapan yang maka semoga makalah yang sedemikian singkat ini bisa membantu dan menambah wawasan anda tentang pengertian dan bahaya narkoba itu sendiri


B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
  1. Bagaimana memberikan informasi yang benar tentang narkoba ?
  2. Hal-hal apa sajakah yang menyebabkan para generasi muda menggunakan narkoba?
  3. Bagaimana upaya penanggulangan terhadap bahaya narkoba pada remaja?
C. Tujuan Penulisan
Penulisan ini dilakukan untuk memberikan informasi atau gambaran mengenai:
1. Informasi-informasi yang benar tentang narkoba
2. Peran orang tua dalam upaya pencegahan dan penanggulangan narkoba
3. Upaya dalam pencegahan narkoba
4. Peran dan tanggung jawab remaja.
BAB II
PERMASALAHAN


A. Arti Definisi & Pengertian Narkoba Sebagai Zat Terlarang
Narkoba adalah zat kimia yang dapat mengubah keadaan psikologi seperti perasaan, pikiran, suasana hati serta perilaku jika masuk ke dalam tubuh manusia baik dengan cara dimakan, diminum, dihirup, suntik, intravena, dan lain sebagainya.
Penyalahgunaan narkoba adalah suatu pemakaian non medical atau ilegal barang haram yang dinamakan narkotik dan obat-obatan adiktif yang dapat merusak kesehatan dan kehidupan produktif manusia pemakainya. Berbagai jenis narkoba yang mungkin disalahgunakan adalah tembakau, alkohol, obat-obat terlarang dan zat yang dapat memberikan keracunan, misalnya yang diisap dari asapnya. Penyalahgunaan narkoba dapat menyebabkan ketergantungan zat narkoba, jika dihentikan maka si pemakai akan sakaw. Penyalahgunaan atau kebergantungan narkoba perlu melakukan berbagai pendekatan. Terutama bidang psikiatri, psikologi, dan konseling. Jika terjadi kebergantungan narkoba maka bidang yang paling bertanggung jawab adalah psikiatri, karena akan terjadi gangguan mental dan perilaku yang disebabkan zat narkoba mengganggu sinyal penghantar syaraf yang disebut system neurotransmitter didalam susunan syaraf sentral (otak). Gangguan neurotransmitter ini akan mengganggu :
1)     fungsi kogitif (daya pikir dan memori),
2)     fungsi afektif (perasaan dan mood),
3)     psikomotorik (perilaku gerak),
4)     komplikasi medik terhadap fisik seperti kelainan paru-paru, lever, jantung, ginjal, pancreas dan gangguan fisik lainnya.
Dadang hawari menjelaskan bahwa selain mengganggu jiwa, zat narkoba juga merusak organ fisik seperti lever, otak, paru, janin, pankreas, pencernaan, otot, endokrin dan libido. Zat tersebut juga mengganggu nutrisi, metabolisme tubuh, dan menimbulkan inveksi virus. Jika putus dari narkoba si pemakai akan mengalami sakaw. Pada peristiwa ini timbul gejala seperti air mata berlebihan (lakrimasi), cairan hidung berlebihan (rhinorea), puril mata melebar, keringat berlebihan, mual, muntah, diare, bulu kuduk beriri, menguap, tekanan darah naik, jantung berdebar, insomnia, agresif.

B. Jenis-jenis/golongan Narkoba.
Narkoba dapat digolongkan menjadi 3 (tiga) golongan, yaitu:
1)     Narkotlka – untuk menurunkan kesadaran atau rasa.
2)     Pslkotropika – mempengaruhi psikis dan pengaruh selektif susunan syaraf pusat otak
3)     Obat atau zat berbahaya
Dari segi efek dan dampak yang ditlinbulkan pada para pemakai narkoba dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) golongan /jenis:
  • Upper Upper adalah jenis narkoba yang membuat si pemakai menjadi aktif seperti sabusabu, ekstasi dan amfetamin.
  • Downer Downer adalah golongan narkoba yang dapat membuat orang yang memakai jenis narkoba itu jadi tenang dengan sifatnya yang menenangkan / sedatif seperti obat tidur (hipnotik) dan obat anti rasa cemas.
  • Halusinogen Halusinogen adalah napza yang beracun karena lebih menonjol sifat racunnya dibandingkan dengan kegunaan medis.
Adapun jenis-jenis narkoba lain antara lain :
  • Marijuana
Adalah nama khusus untuk Hemp, suatu tanaman tinggi mencapai 2 meter, bentuk daun mirip daun singkong, daun warna hijau dan tumbuh terbaik didaerah pegunungan. Zat kimia addictive utama didalam marijuana adalah tetra hydrocannabinol yang dapat dideteksi melalui air kencing. Para pecandu narkoba menghisap marijuana dengan rokok atau pipa. Jika putus dari zat marijuana, maka si pemakai akan sakaw dengan gejala macam-macam seperti mata berair, hidung berselesma, badan jadi nyeri. Pemakaian yang semakin banyak zat marijuana akan menyebabkan kehilangan memori, kemampuan belajar, dan motivasi.Marijuana juga dapat menyebabkan distorsi persepsi (penyimpangan persepsi dari kenyataan), kehilangan koordinasi, detak jantung meningkat timbul rasa cemas yang terus menerus. Sebagai akibat medical dapat menyebabkan kerusakan paru, batuk kronis, bronchitis.
  • Cocaine.
Cocaine sering dihirup melalui hidung, akan tetapi juga diisap dengan rokok atau jika disuntikkan akan berdampak penyakit HIV/AIDS. Akibat cocaine terhadap fisik pemakai adalah terhambatnya saluran darah, pupil mata membesar, panas badan meningkat, denyut jantung meningkat, darah tinggi, perasaan gelisah, nyeri, cemas. Menghisap crack cocaine bersama rokok akan menimbulkan paranoia(sejenis penyakit jiwa yang meyebabkan timbul ilusi yang salah tentang sesuatu dan akhirnya bisa bersifat agresif akibat delusi yang dialaminya). Cocaine dapat menyebabkan kematian karena pernafasannya tersendat lalu otak kekurangan oksigen.
  • Methamphetamine.
Adalah sejenis obat yang kuat yang menyebabkan orang kecanduan yang dapat merangsang saraf sentral. Dapat dikonsumsi melalui mulut, dihirup, daya serangnya ke otak si pemakai.
  • Heroin.
Kebanyakan pemakai heroin menyuntikkan zat tersebut ke dalam tubuhnya. Si pemakai merasakan gelora kesenangan diiringi panas badan, mulut kering, perasaan yang berat dan mental jadi kelam berawan menuju depresi di dalam system saraf sentral. Jika dihentikan maka si pemakai akan sakaw, gelisah, sakit pada otot dan tulang, insomnia, muntaber. Untuk menghilangkan kecanduan harus ada kerja sama antara pecandu dengan pembimbing/dokter. Biasannya hal ini dilakukan oleh konselor spesialis narkoba dengan menggunakan muti-methods/konseling terpadu. Metode dokter dengan memberi opiates sedikit demi sedikit dalam jangka panjang untuk pngobatan kecanduan heroin dimaksudkan agar pasien tidak melakukan injeksi yang sangat membahayakan dirinya karena over dosis dan bahaya penyakit HIV dan hepatitis C.

4. Club Drugs.

a. Ecstasy.
Dapat menyebabkan depresi, cemas dalam tidur, kecemasan, paranoia. Ciri fisik : ketegangan otot, mual, pingsan, tekanan darah tinggi. Menyebabkan kerusakan otak karena sel otak rusak diserang oleh obat tersebut yang menimbulkan si pasien agresif, mood, kegiatan seks meningkat, tidur terus, sensitif kena penyakit.

b. Rohypnol.
Obat ini amat beresiko terhadap kesehatan manusia pemakai, seperti liver, ginjal, tekanan darah, kerusakan pada otak. c. Gammahydroxybutyrate. Akibat over dosis adalah kehilangan kesadaran, serangan jantung. d. Ketamine. Gejala yang dipakai adalah menimbulkan efek halusinasi dan mimpi yang diinginkan. Jika over dosis berakibat kehilangan memory, mengigau, kehilangan koordinasi.

C. Faktor Penyebab Penyalahgunaan Narkoba
1. Lingkungan
Faktor lingkungan menyangkut teman sebaya, orang tua,dan remaja itu sendiri.Pada mass remaja, teman sebaya menduduki peran utama ads kehidupan mereka, bahkan menggantikan peran keluarga/orang tua dalam sosialisasi dan aktivitas waktu Luang dengan hubungan yang bervariasi dan membuat norms dan sistem nilai yang berbeda.
Faktanya:
  1. Pads masa remaja terjadi jarak fisik dan Psikologis yang cendrung berakibat penurunan kedekatan emosi,dan kehangatan, bahkan cendrung timbul konflik remaja denganorang tua.
    1. Konflik keluarga membuat remaja tergantung pads teman sebaya uantuk dukungan emosi.
    2. Faktor Individu
Selain faktor lingkungan,peran genetik jugs merupakan komponen yang berpengaruh terhadap penyalahgunaan narkoba, setidaknya untuk beberapa individu. Sederhananya, orang tua pelaku penyalahgunaan narkoba cendrung menurun kepada anaknya, terlebih pads ibu yang sedang hamil.Faktor-faktor individu lainnya adalah: Sikap positif terhadap”minum*quot;. Sifat mudah terpengaruh, kurangnya pemahaman terhadap agama, pencarian sensasi atau kebutuhan tinggi terhadap “excitment”
3. Faktor Teman Sebaya
Teman sebaya memiliki pengaruh yang paling dasyat terhadap penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Anak dari keluarga baik-baik, nilai sekolah baik, lingkungan baik cenderung terlibat narkoba jika Leman-temannya menggunakan narkoba.
4. Faktor Sekolah, Kerja, dan Komunitas
  1. Kegagalan Akademik
    1. Komitmen rendah terhadap sekolah : datang sekolah hanya untuk ketemu teman , merokok, lalu bolos.
    2. Transisi sekolah : peralihan j enj ang sekolah yang berakibat penurunan prestasi memberi andil dalam penyalahgunaan narkoba.
    3. Faktor komunitas biasanya akibat : komunitas permisif terhadap hukum dan norms, kurang patuh terhadap aturan,status sosial ekonomi.
II. Bahasa Pengguna Narkoba
Pengguna narkoba memiliki emosi yang naik turun dan tidak ragu mumukul orang atau berbicara kasar terhadap anggota keluarga atau orang yang berada disekitarnya.Dan apabila ditegur atau dimarahi, maka menunjukan sikap membangkang.
D. STRATEGI PENANGANAN
1. Pendektesian Terhadap Anak
  1. Perhatikan perubahan pada diri si anak (bohong,bolos,bengong bego, dan bodoh);
  2. Perhatikan prestasi, aspirasi dan masalh yang ada di sekolah.
  3. Perhatikan kegiatan keagamaan si anak dan harga diri si anak.
  4. Perhatikan perubahan emosi dan hubungan anak dan orang tua.
2. Pendekatan Psikologis
a. Faktor Individu
Ciptakan hubungan akrab dalam keluarga.
Ciptakan kesadaran bahwa keberhasilan dan kegagalan merupakan usaha sendiri, orang lain hanya Fasilitator
  • Libatkan secara intensip si anak terhadap aktivitas keagamaan.
  1. Faktor Keluarga
Ciptakan keharmonisan dalam keluarga , hilangkan jarak antara orang tua dengan membangun suasana demokratis. Ciptakan komunikasi yang produktif dan terapkan aturan yang jelas.
2. Faktor Teman Sebaya, Sekolah dan Lingkungan
  • Perhatikan prestasi belajar anak dan terns memberi semangat.
  • Cermati Tatar belakang dan prilaku teman-teman terdekat si anak.
Cermati jika ada perubahan kebiasaan si anak dari biasanya.
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Narkoba adalah zat kimia yang dapat mengubah keadaan psikologi seperti perasaan, pikiran, suasana hati serta perilaku jika masuk ke dalam tubuh manusia baik dengan cara dimakan, diminum, dihirup, suntik, intravena, dan sebagainya. Orang tua meruapakan orang lebih tua atau dituakanatau orang yang telah melahirkan kita yaitu ibu dan bapak. Orangtua bisa berperan sebagai pemberi informasi yang benar tentang narkoba pada anaknya, sebagai pengawas, sebagai pembimbing, mengenal teman anak-anak dan bekerja dengan orang tua lain dan guru. Upaya pencegahan terhadap bahaya narkoba dapat dilakaun dengan 3 cara intervensi yaitu: pencegahan primer pencegahan sekunder dan pencegahan tersier. Upaya pengulangan terhadap bahaya narkoba dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu: upaya pre-emtif, upaya preventif dan upaya penegakan hukum.

2. Saran
a.   Siswa perlu mengadakan pertahanan diri dari bahaya narkoba yang selalu mengancam.
b.   Agar siswa yang terlibat dalam narkoba harus selalu jujur dan giat belajar, agar ada yang membantu supaya siswa yang terkena narkoba jangan lagi bergaul dengan preman/pecandu.


Sumber : http://siswasekolah.wordpress.com/2011/03/23/makalah-narkoba/
               http://info-narkotika.blogspot.com/2012/01/contoh-makalah-narkoba.html
 

Rabu, 27 Maret 2013

Cara kerja virus

Virus komputer berisi kode-kode bahasa pemrograman yang memiliki kemampuan untuk merusak file atau merusak sistem komputer. Virus komputer juga mempunyai kemampuan untuk memperbanyak dirinya sendiri dan punya kemampuan membangun dirinya sendiri jika file virus di delete atau dihapus juga bisa mencari jenis file tertentu yang akan di infeksi. Virus juga sering menampilkan pesan-pesan yang sangat mengganggu, mendelete file, nengganti nama file bahkan memformat hardisk.


Contoh virus : Virus Die hard, Virus I LOVE YOU, Virus CIH dll

Virus dapat dibagi dalam beberapa jenis :

1. Macro Virus: Virus yang sering menginfeksi file-file dokumen seperti file MS Exel, MS Word
2. Boot Virus: Virus yang berada di boot sector.
3. File Virus: Virus yang menginfeksi file program seperti file exe.
4. Multipartite Virus: Virus yang menginfeksi baik boot sector dan file.

Seperti penjelasan di atas, virus mempunyai sifat bisa membuat dirinya sendiri jika di delete. Mengapa ? Karena virus mempunyai kode program yang sering disebut fungsi anti deletion. Kode program ini akan membuat file lagi jika di delete. Kodenya sebenarnya sangat sederhana. Contoh script atau kode programnya adalah sbb:


Set fso = createobject("scripting.filesystemobject")

Set aku = fso.opentextfile(wscript.scriptfullname)

tulis = aku.readall

aku.close

Do

on error resume next

if not(fso.fileexists(wscript.scriptfullname)) then

set dia= fso.createtextfile(wscript.scriptfullname)

dia.write tulis

dia.close

end if

loop


Kalau mau membuktikanya, copy kode diatas, buka program notepad nya windows, dan paste. Kemudian safe file dengan nama terserah tapi dengan extensinya harus vbs. Contohnya antidel.vbs atau coba.vbs. Setelah filenya di save, tutup notepad dan klik 2x filenya. Coba didelete, berapa kalipun kita delet file akan terbentuk kembali.

Cara menghapus filenya gimana?? Gampang, tekan ctrl+alt+del hingga muncul Windows Task Manager, pilih tab prosesses , klik WScript.exe lalu klik End Process dan tutup Windows Task Manager. Sekarang coba kita delete file vbs nya, pasti akan terhapus.

Penjelasan sederhana kode diatas kira2 adalah sbb : file vbs saat di jalankan akan membaca nama file dan seluruh isi file dan akan disimpan di memori komputer sambil selalu memeriksa apakah file vbsnya masih ada atau tidak. Jika filenya sudah di delete program dimemori komputer akan mengcopykan kode dimemori untuk membentuk file yang baru dengan nama dan isi yang sama. Ya, kayak kita copy paste gitulah. Kok gitu ya, emang gitu dari sononya .

sumber : http://cakep321.blogspot.com/2009/04/cara-kerja-virus.html (Rabu,27maret2013,pukul 08.00)

Dalam Penggunakan kosa kata yang benar.
Pada post tugas kali ini saya akan memeriksa penggunakan kata dan tanda baca yang sesuai dengan aturan bahasa Indonesia. Disini saya tidak bermaksud untuk menunjukan kesalahan atau pun menyalahkan karya tulis orang lain, saya hanya berusaha mengerjakan tugas yang diberikan sesuai kemampuan saya karena saya pun tak luput dari kesalahan, jadi apabila ada pihak yang merasa dirugikan saya minta maaf karena tidak ada tujuan yang negative dalam menulis artikel ini.
 
Hasil dari pengamatan.
Yang salah
Pembenaran
keterangan

Mendelete

Didelete

kira2

mengcopykan

sononya
Men-delete

dihapus

kira-kira

meng-copy-kan

sananya
Menggunaan kata serapan yang kurang sesuai dengan kalimat dan penggabungan dengan imbuhan.

Sabtu, 19 Januari 2013

Pengertian Tulisan Karya Ilmiah



Pengertian Tulisan / Karya Ilmiah menurut para ahli 
Menurut Munawar Syamsudin (1994), tulisan ilmiah adalah naskah yang membahas suatu masalah tertentu, atas dasar konsepsi keilmuan tertentu, dengan memilih metode penyajian tertentu secara utuh, teratur dan konsisten.
Yamilah dan Samsoerizal (1994 : 90) memaparkan bahwa ragam karya ilmiah terdiri atasbeberapa jenis berdasarkan fungsinya. Menurut pengelompokan itu , dikenal ragam karya ilmiah seperti ; makalah, skripsi, tesis, dan disertasi.
“Suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/ keilmiahannya.”—Eko Susilo, M. 1995:11
Menurut Jones ( 1960 ) karangan ilmiah dibagi menjadi dua,diantaranya :
  1. Karangan ilmiah yang ditujukan kepada masyarakat tertentu ( profesional ) yang biasanya bersifat karya ilmia tinggi yang disebut dengan istilah karya ilmiah.
  2. Karangan ilmiah yng ditujukan kepada masyarakat umum yang disebut dengan istilah karangan ilmiah populer.


Dari pengertian diatas dapat diambil kesimpulan sederhana mengenai pengertian karangan atau karya ilmiah, yaitu: Suatu tulisan dengan menggunakan cara tertentu yang teratur secara sistematis dan harus dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya dibuat dari oleh seseorang atau kelompok dari suatu hasil penelitian pengamatan.


Ciri – ciri dari karangan ilmiah :
  1. Menyajikan fakta objektif secara sistematis atau menyajikan aplikasi hukum alam pada situasi spesifik.
  2. Penulisannya cermat, tepat, dan benar serta tulus. Tidak memuat  terkaan. Pernyataan-pernyataan tulus tanpa mengingat efeknya.
  3. Tidak mengejar keuntungan pribadi, yaitu tidak berambisi agar pembaca berpihak kepadanya.
  4. Tiap langkah direncanakan secara sistematis terkendali, secara konseptual dan prosedural.
  5. Tidak emotif, tidak menonjolkan perasaan. menyajikan sebab-akibat dan pengertian/pemahaman. Kata-katanya mudah dikenali. Alasan-alasan yang dikemukakan indusif, mendorong untuk menarik kesimpulan tidak terlalu tinggi dan bukan ajakan.
  6. Tidak memuat pandangan-pandangan tanpa pendukung kecuali dalam hipotesis kerja.
  7. Ditulis secara tulus, dan memuat hanya kebenaran. Tidak dengan keraguan.
  8. Tidak argumentatif. Kesimpulan jelas, tetapi penulisnya membiarkan fakta berbicara sendiri.
  9. Tidak persuasif yang dikemukakan fakta dan aplikasi hukum alam kepada problem-problem spesifik. Tujuan karangan yang ilmiah itu untuk mendorong pembaca merubah pendapat tetapi tidak melalui ajakan, argumentasi, sanggahan dan protes, tetapi membiarkan fakta-fakta berbicara sendiri.
  10. Tidak melebih-lebihkan sesuatu. Hanya disajikan kebenaran fakta.

Keriteria Tulisan atau Karya Ilmiah
Suatu karangan  atau karya ilmiah harus memenuhi standar penelitian ilmiah yang mampu mengungkapkan cara berfikir seorang mahasiswa dalam hal :
  1. Harus mengamati fenomena empiris, mengindentifikasi, merumuskan dan mampu menjawab suatu masalah penelitian.
  2. Harus melakukan prosedur dan standar penelitian ilmiah yang tepat dan benar dalam rangka menjawab permasalahan penelitian yang telah dirumuskan.
  3. Harus membuat laporan hasil penelitian sesuai dengan standar penulisan ilmiah secara sistematis.
  4. Harus menggunakan minimal masing-masing 1 (satu) jurnal baik Jurnal Nasional maupun jurnal internasional sebagai landasan berpikir.

Syarat Tulisan Ilmiah
 Suatu tulisan dari hasil penelitian, pengamatan, ataupun peninjauan dikatakan ilmiah jika memenuhi syarat sebagai berikut :
  1. Penulisannya harus berdasarkan hasil dari suatu penelitian
  2. Pembahasan masalah harus objektif dan sesuai dengan fakta
  3. Karangan itu mengandung masalah yang sedang dicari pemecahannya baik dalam penyajian maupun dalam pemecahan masalah digunakan metode tertentu
  4. Bahasa yang digunakan sebaiknya harus benar, jelas, ringkas, dan tepat sehingga tidak membuat pembaca salah dalam mengartikan atau salah mentafsir

Tahap – tahap dalam pembuatan karangan ilmiah :
Tahap 1. Pengumpulan Bahan

Kerangka karangan ilmiah yang tersusun dengan baik dan teratur akan membuat kegiatan pengumpulan bahan menjadi terarah, jelas, dan teratur. Bahan yang harus dikumpulkan bergantung pada jenis dan topik karangan ilmiah. Jika karangan ilmiah yang ditulis bersifat factual, maka bahan yang paling banyak dibutuhkan fakta-fakta. Jika yang ditulis bersifat teoritis atau konseptual, maka bahan yang paling banyak dibutuhkan berupa teori-teori atau konsep-konsep. Jika yang ditulis merupakan perpaduan keduanya, maka bahan yang dibutuhkan berupa fakta dan teori. 

Tahap 2. Penulisan Draf
Setelah selesai dilaksanakan pengumpulan bahan, langkah selanjutnya adalah melaksanakan penulisan draf. Ini didahului oleh kegiatan menetapkan organisasi atau format, model pengungkapan, dan bahasa karangan ilmiah yang akan digunakan. Dalam melaksanakan kegiatan ini kerangka tulisan dikembangkan, dijabarkan dan diuraikan menjadi kalimat-kalimat dan paragraph-paragraf sehingga menjadi wacana yang berisi suatu gagasan. Pengembangan, penjabaran dan penguraiannya bias dilakukan dengan cara menulis bagian pendahuluan, bagian inti, dan bagian penutup tulisan.

Tahap 3. Penulisan Bagian Pendahuluan
Bagian pendahuluan karangan ilmiah berisi penjelasan tentang latar belakang masalah, tujuan penulisan. Pendahuluan ini umumnya berfungsi mengenalkan topik, memberikan latar belakang, memberikan petunjuk rencana tulisan secara keseluruhan dan atau menarik minat pembaca. Untuk itu, penulisan bagian pendahuluan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Ada tiga cara lazim digunakan untuk menulis bagian pendahuluan, yaitu (a) pendahuluan dimulai dengan sesuatu yang diketahui bersama (pengetahuan umum) atau teori (konsep) yang relevan dengan topic yang akan ditulis, (b) pendahuluan yang dimulai dengan pertanyaan retoris yang diperkirakan dapat mengantarkan pembaca kepada masalah atau topic yang dibahasa dalam tulisan, dan (c) pendahuluan yang dimulai dengan kutipan orang terkemuka, ungkapan atau slogan terkenal, dan teori atau pendapat terkenal. Dengan salah satu dari tiga cara tersebut, selanjutnya dapat ditulis masalah dan tujuan penulisan karya ilmiah.

Tahap 4. Penulisan Bagian Inti
Setelah pendahuluan berhasil anda tulis, lahkah selajutnya yang harus anda kerjakan adalah menuliskan bagian inti. Ini merupakan bagian klimaks atau puncak penulisan karya ilmiah. Dalam bagian inilah gagasan dikembangkan dan bahan –bahan yang tersedia dirakit atau diuntaikan menjadi sebuah karangan ilmiah yang baik, utuh, dn padu. Oleh karena itu disinal pengembangan paragraph atau wacana dilakukan. Ada berbagai teknik yang dapat dipergunakan untuk mengembangkan topic dan merakit bahan-bahan yang tersedia. Teknik itu antara lain, teknik klasifikasi, teknik interpretasi, teknik hubungan sebab akibat, teknik persamaan dan perbedaan teknik analogi dan teknik pemecahan masalah. Penggunaan berbagai macam teknik tersebut bersifat saling melengkapi. Dlam sebuah karangan ilmiah dapat digunakan berbagai teknik tersebut secara serempak

Tahap 5. Penulisan Bagian Penutup
Bagain penutup ini dapat diumpamakan sebagai gong yang menandai berakhirnya penulisan karya ilmiah. Penulisan bagian penutup ini dapat dilakukan dengan teknik: (1) penegasan kembali atau rangkuman yang inti penulisan tanpa disertai oleh simpulan, (2) penarikan kesimpulan dari apa yang telah dituliskan dalam bagian inti, dan (3) pemberian implikasi dan atau rekomendasi terkait dengan masalah-masalah yang telah dibahas dalam karangan ilmiah yang anda buat.

Setelah draf karangan ilmiah selesai di tulis, langkah terakhir yang dikerjakan oleh seorang penulis adalah memperbaiki draf. Dalam perbikan draf karangan ilmiah setidaknya perlu dilakukan kegiatan (1) menyunting bahasa, isi, model pengungkapan, dan format karangan ilmiah, (2) merombak kalimat-kalimat dan paragraph yamh naïf dan pedant menjadi kalimat dan paragraph yang enak dibaca. (3) memperbaiki daya tarik model pengungkapan, dan (4) menyegarkan tulisan dengan ilustrasi yang menarik. Perbaikan draf ini dapat anda lakukan sendiri sebagai penulis atau bila perlu mintalah bantuan pada prang lain yang memang mumpuni di bidang penyuntingan. Demikianlah sedikit tahapan membuat karya ilmiah yang dapat kami sampaikan mudah-mudahan bermanfaat buat Anda.

Langkah-langkah dalam menulis tulisan atau karya ilmiah
Langkah-langkah penulisan karya ilmiah pada umumnya meliputi empat tahapan, yaitu :
  1. Perumusan Masalah
Dalam membuat suatu tulisan atau karya ilmiah kita harus menentukan apa yang harus kita bahas untuk dijadikan suatu karangan atau karya ilmiah. Untuk menentukan hal itu kita harus mengetahui atau mencari informasi permasalahan apa yang dapat kita ambil untuk menjadi karangan yang sesuai dengan kemampuan kita. Pada dasarnya banyak hal yang dapat menjadi acuan atau dasar dari permasalahan yang dapat kita ambil seperti permasalahan relevansi pendidikan, kemiskinan, lingkungan hidup, sosialisasi politik, suksesi kepemimpinan nasional, ketergantungan di bidang teknologi, dampak negatif proses industrialisasi, dan yang lain.
Dalam menentukan permasalahan yang kita akan ambil ada hal-hal yang harus diperhatikan yaitu:
  1. Permasalahannya yang akan kita ambil atau tulis harus sesuatu yang baru dan sedang banyak dibicarakan atau dicari oleh banyak orang.
  2. Permasalahannya yang kita tulis sebisa mungkin sesuai dengan minat dan disiplin ilmu yang kita tekuni, sehingga kita lebih mudah untuk membuat tulisan dan mempertanggung jawabkannya.
  1. Pengembangan Hipotesis
Dalam membuat Tulisa atau karya tulis kita harus memperluas hipotesis yang kita miliki agar kita dapat memberikan berbagi solusi pemecahan masalah yang kita ambil. Fungsi utama hipotesis dalam karya tulis ilmiah ialah untuk mengarahkan imajinasi ilmiah kita agar bisa mengantisipasi apa yang akan terjadi jika kita berupaya memecahkan permasalahan yang kita hadapi dengan pendekatan-pendekatan tertentu.
  1. Pengumpulan dan Analisis Data
Dalam tulisan atau karya ilmiah pengumpulan data  sangat diperlukan untuk memperkuat hipotesis yang kita buat agar meyakinkan para pembaca mengenai solusi dari pemecahan masalah yang kita buat. Jika kita dapat menyakjikan data yang memadai maka karya tulis  kita akan menjadi lengkap dan dapat menjadi hal yang menjadikan acuan untuk para pembaca mempercayainya.

  1. Pengujian Hipotesis.
Dalam pengujian hipotesis ini bermaksud untuk menentukan posisi penulis berkaitan dengan permasalahan yang dibahas. Pada tahap ini tercapailah tujuan  pembahasan, sehingga dalam tahap ini penulis harus bisa memaparkan dengan jelas apakah hipotesis yang diajukan ditolak atau diterima. Untuk bisa melakukan pembahasan dengan akurat, kita sebaiknya banyak membaca teori-teori dan hasil-hasil penelitian yang terkait dengan topik karya tulis kita. Dengan berbuat demikian berarti kita telah mengambil dan menentukan posisi ilmiah bagi diri kita sendiri. Selanjutnya kita perlu menyimpulkan inti karya tulis kita, memberikan  saran atau  himbauan,   sesuai dengan temuan karya tulis kita tersebut.

Tujuan Tulisan atau karya ilmiah
  1. Tujuan dari suatu penulisan atau karangan ilmiah adalah sebagai berikut :
  2. Untuk meelatih kemampuan dasar dalam melakukan penelitian.
  3. Menumbuhkan etos kerja ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga bukan hanya sebagai konsumen ilmu pengetahuan, namun juga bisa menjadi produsen (penghasil) pemikiran serta mampu membuat karya tulis di bidang ilmu pengetahuan, khususnya selesai melakukan penelitian.
  4. Sebagai sarana atau tempat pelatihan mengungkap pemikiran maupun hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang metolodologis dan sistematis.
  5. Untuk menunjukan atau membuktikan keahlian dan pengetahuan ilmiah yang di miliki mahasiswa untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang bersangkutan mendapatkan pendidikan dan pengetahuan dari jurusannya.
  6. Karya ilmiah yang sudah di tulis di harapkan mampu menjadi sarana informasi pengetahuan antara sekolah dan masyarakat, serta bagi orang-orang yang berminat untuk membacanya.

Manfaat Karya Ilmiah
Dalam menuliskan suatu karangan atu karya ilmiah terdapat beberapa manfaat, yaitu: 
  1. Meningkatkan data secara jelas dan sistematis serta pengorganisasian fakta.
  2. Melatih untuk mengembangkan ketrampilan membaca dan memahami yang efektif.
  3. Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber.
  4. Menambah ilmu pengetahuan atau memperluas cakrawala ilmu pengetahuan.
  5. Mendapat kepuasan tersendiri atau memperoleh kepuasan intelektual.

Penyajian karya tulis ilmiah itu menyajikan fakta objektif secara sistematis, cermat, tepat, tulus dan benar. laporan tertulis yang diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.


Sumber :  (diambil dari sumber 12-01-2013 jam 21.25 WIB)
PENULISAN KARYA ILMIAH Oleh: Dr. SUGIHARSONO, M.Si. ( Dosen FISE- UNY Yogyakarta)