Kamis, 21 Juni 2012

Pengaturan Memori yang Dapat Dilakukan oleh Sebuah Sistem Operasi Windows XP


Saat ini istilah memori digunakan untuk menggambarkan ruang penyimpanan data yang datang ke dalam chip komputer, dan kata penyimpanan itu sendiri digunakan untuk menggambarkan memori yang ada di dalam hard disk sebagai media penyimpanan yang permanen, dan RAM berguna untuk media penyimpanan data sementara. Data tersebut diolah dalam sistem computer terhadap berkas-berkas (file). Keduanya sangat mutlak dibutuhkan oleh sistem komputer Beberapa komputer saat ini juga menggunakan memori virtual, yang memiliki daya yang besar pada sebuah hardisk.
Sistem Operasi nantinya akan bertugas untuk meletakkan proses didalam memori yang dioptimalakan semaksimal mungkin agar dapat menghasilkan kinerja yang efisien dan efektif pada komputer. Untuk mengoptimalakan kinerja memori tersebut maka kita memerlukan pengaturan memori yang baik dan benar. Pengaturan memori ini dilakukan oleh sistem operasi pada komputer kita contohnya pada Windows XP.

Virtual memory 
Virtual memory pada Windows biasa disebut sebagai swap file atau paging file. Virtual Memory ini berfungsi sebagai memory tambahan untuk mendukung kinerja RAM (Random Access Memory) itu sendiri. File swap memanfaatkan kapasitas hard disk untuk menampung file-file yang bersifat sementara. Semakin banyak Anda menggunakan aplikasi secara bersamaan, file swap yang dibutuhkan juga menjadi semakin besar dan begitu sebaliknya. Sehingga besar kecilnya virtual memory yang dibutuhkan sangat tergantung dari cara pemakaian Anda. Walaupun begitu, kecepatan proses pada file swap ini tidaklah secepat pada memory aslinya.
Hal ini dipengaruhi karena kecepatan putar hard disk itu sendiri juga tidak secepat proses pada RAM. Umumnya kapasitas minimal yang dibutuhkan oleh virtual memory sekitar 1,5 kali dari kapasitas RAM yang Anda gunakan. Sedangkan kapasitas maksimal yang dibutuhkan sekitar 2-3 kali dari kapasitas RAM Anda.

Manajemen Memori
Setiap proses pada 32-bit Microsoft Windows memiliki virtual ruangnya sendiri, alamat yang memungkinkan untuk menangani proses hingga 4 gigabyte memori. Setiap proses on-bit Windows 64 memiliki ruang alamat virtual dari 8 terabyte. Ruang alamat virtual untuk proses adalah set alamat memori virtual yang dapat digunakan.. Ruang alamat untuk setiap proses sifatnya pribadi dan tidak dapat diakses oleh proses lain kecuali hal itu dibagikan.
Alamat virtual tidak mewakili lokasi fisik sebenarnya dari obyek dalam memori, melainkan sistem memelihara tabel halaman untuk setiap proses, yang merupakan struktur data internal yang digunakan untuk menerjemahkan alamat virtual ke alamat fisik yang sesuai. Setiap kali sebuah thread referensi alamat, sistem menerjemahkan alamat virtual ke alamat fisik.
Ruang alamat virtual untuk Windows 32-bit adalah 4 gigabyte (GB) dalam ukuran dan dibagi menjadi dua partisi: satu untuk digunakan oleh proses dan yang lainnya dipesan untuk digunakan oleh sistem.
Alamat Virtual Storage Space dan Fisik
Jumlah maksimum dari memori fisik didukung oleh Microsoft Windows dari berkisar 2 GB sampai 2 TB, tergantung pada versi Windows. Ruang alamat virtual setiap proses bisa lebih kecil atau lebih besar dari total memori fisik yang tersedia pada komputer. Subset dari ruang alamat virtual dari proses yang berada di memori fisik dikenal sebagai working set. Jumlah virtual address space yang tersedia untuk memproses dibatasi oleh memori fisik dan ruang bebas di disk yang tersedia untuk file paging.
Penyimpanan fisik dan ruang alamat virtual setiap proses tersebut akan disusun dalam halaman, unit memori, ukuran yang tergantung pada komputer host. Sebagai contoh, pada komputer x86 ukuran halaman host adalah 4 kilobyte.
Untuk memaksimalkan fleksibilitas dalam mengelola memori, sistem ini dapat memindahkan halaman dari memori fisik ke dan dari file paging pada disk. Ketika halaman dipindahkan dalam memori fisik, pembaruan sistem peta-peta halaman proses terpengaruh. Ketika sistem membutuhkan ruang memori fisik, bergerak yang paling terakhir digunakan halaman dari memori fisik ke file paging. Manipulasi dari memori fisik oleh sistem sudah benar-benar transparan untuk aplikasi, yang beroperasi hanya dalam ruang alamat virtual.




Senin, 04 Juni 2012

Kelompok Dalam Organisasi

Dalam organisasi memiliki jenis kelompok yang di bagi 2 yaitu Formal dan Tidak Formal :
 
• Kelompok Formal
Kelompok formal(resmi) adalah suatu kelompok dimana suatu keputusan yang dipimpin oleh seorang indivdu , dimana guna untuk mencapai tujuan tertentu ,tujuan kelompok/organisasi yang bersifat resmi (mempunyai suatu nilai lebih ), dalam hal ini saya mengambil Contoh yang paling mudah adalah BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa).
• Kelompok NonFormal
Kelompok NonformaL (Tidak resmi) adalah suatu kelompok dimana muncul dari upaya individu itu sendiri dan keputusan diambil secara bersama serta mempunyai suatu proses interaksi .contoh alami adalah kelompok belajar.

Peranan individu dalam kelompok
Peranan individu dalam kelompok sangat penting. Kinerja Kelompok sangat tergantung pada kinerja individu yang ada di dalamnya. Seluruh pekerjaan dalam Kelompok itu, individulah yang menentukan keberhasilannya. Sehingga berbagai upaya meningkatkan produktivitas kelompoknya harus dimulai dari perbaikan produktivitas individunya.
Oleh karena itu, pemahaman tentang perilaku kelompok menjadi sangat penting dalam rangka meningkatkan kinerjanya.Peran itu sendiri adalah suatu perilaku yang diharapkan dari seseorang yang mempunyai posisi tertentu. Sedangkan kedudukan adalah posisi seseorang dalam kelompok.
Mengingat setiap individu mempunyai kepentingan yang beragam,maka setiap individu mempunyai kepentingan yang beragam, maka setiap individu dapat berstatus dan berperan di beberapa kelompok sesuai dengan kepentingan yang harus dijalankannya . Setiap individu harus berperilaku atau berperan sesuai dengan kedudukannya agar ia dapat diterima dan diakui keberadaanya. 
Karena setiap organisasi mempunyai aturan sendiri, maka sanksi yang diberikan oleh setiap organisasi kepada anggota yang melanggar pun berbeda pula. Sanksi ini bertujuan menjaga keutuhan, keseimbangan, kestabilan kelompoknya sehingga tujuan kelompok dapat tercapai. 

Pengalaman dalam kelompok

Pengalaman yang saya ambil untuk kali ini adalah pengalaman saat ada tugas kelompok dari sekolah . pada saat ini kita dituntut untuk saling bekerja sama dan aktif memberikan suatu pendapat maupun masukan untuk menambahkan materi yang akan di bahas .kita bersama-sama mencari materi yang akan di bahas ,interaksi dan perdebatan antar individu pun akan terjadi saat kita mengerjakan tugas tersebut ,namun dengan itu kita dapat belajar tentang karakter masing-masing individu ,dan mendapatkan hasil yang terbaik , setalah mendapatkan semua nya .maka keputusan akan di ambil secara bersama-sama dan dijadikan suatu hasil yang memuaskan .



Referensi :
http://www.jakartaconsulting.com/art-09-05.htm
http://psikologikelompok-widiakomalasari.blogspot.com/2010/10/peran-individu-dalam-masyarakat.html
http://www.imadiklus.com/2009/06/peran-organisasi-dalam-mempengaruhi-tingkah-laku-anggotanya.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Dinamika_kelompok
Perilaku Organisasi,setot imam wahjono,2010.
Luthans F, “Organizational Behavior”, Mc Graw Hill, Singapore; 1981
Robbins, SP, “Organizational Behaviour”, Prentice Hall, Siding, 1979.



Selasa, 01 Mei 2012

TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN


Definisi Pengambilan Keputusan
            Keputusan merupakan hasil pemecahan dalam suatu masalah yang harus dihadapi dengan tegas. Hal itu berkaitan dengan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mengenai “apa yang harus dilakukan?” dan seterusnya mengenai unsur-unsur perencanaan. Dapat juga dikatakan bahwa keputusan itu sesungguhnya merupakan hasil proses pemikiran yang berupa pemilihan satu diantara beberapa alternatif yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapinya.
pengertian tentang “pengambilan keputusan”. Ada beberapa definisi tentang pengambilan keputusan, dalam hal ini arti pengambilan keputusan sama dengan pembuatan keputusan, misalnya Terry, definisi pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku dari dua alternatif atau lebih ( tindakan pimpinan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam organisasi yang dipimpinnya dengan melalui pemilihan satu diantara alternatif-alternatif yang dimungkinkan).
            Menurut Siagian pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan terhadap hakikat suatu masalah, pengumpulan fakta-fakta dan data, penentuan yang matang dari alternatif yang dihadapi dan pengambilan tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling tepat.
            Dari kedua pengertian diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa keputusan itu diambil dengan sengaja, tidak secara kebetulan, dan tidak boleh sembarangan. 

Dapat di simpulkan bahwa Pengambilan keputusan adalah suatu hasil atau keluaran dari proses mental atau kognitif yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan dalam pemilihan alternatif untuk menyelesaikan suatu masalah

Latar Belakang Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan dengan memperhatikan organisasi, perorangan, dan kelompok perorangan yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan dinyatakan dalam teori sistem. Dalam teori ini, suatu sistem merupakan suatu set elemen-elemen atau komponen yang tergabung bersama berdasarkan suatu bentuk hubungan tertentu. Komponen-komponen itu satu sama lain saling terkait dan membentuk suatu kesatuan yang utuh. Tingkah laku suatu organisasi sangat tergantung pada tingkah laku komponen-komponennya dan hubungan antar komponen. 

Ada 2 Jenis pengambilan keputusan

1.   1.   Pengambilan keputusan terprogram :
Jenis pengambilan keputusan ini.mengandung suatu respons otomatik terhadap kebijaksanaan-kebijaksanaan yang telah ditetapkan sebelumnya. Masalah yang bersifat pengulangan dan rutin dapat diselesaikan dengan pengambilan keputusan jenis ini. Tantangan yang besar bagi seorang analis adalah mengetahui jenis-jenis keputusan ini dan memberikan atau menyediakan metode-metode untuk melaksanakan pengambilan keputusan yang terprogram di mana saja. Agar pengambilan keputusan harus didefinisikan dan dinyatakan secara jelas. Bila hal ini dapat dilaksanakan, pekerjaan selanjutnya hanyalah mengembangkan suatu algoritma untuk membuat keputusan rutin dan otomatik.

1.      2. Pengambilan keputusan tidak terprogram:
menunjukkan proses yang berhubungan dengan masalah - masalah yang tidak jelas. Dengan kata lain, pengambilan keputusan jenis ini meliputi proses- proses pengambilan keputusan untuk menjawab masalah-masalah yang kurang dapat didefinisikan. Masalah-masalah ini umumnya bersifat kompleks, hanya sedikit parameter - parameter yang diketahui dan kebanyakan parameter yang diketahui bersifat probabilistik. Untuk menjawab masalah ini diperlukan seluruh bakat dan keahlian dari pengambilan keputusan, ditambah dengan bantuan sistem informasi.
 
Pada pengambilan keputusan Lingkungan situasi keputusan terbagi 2 yaitu : Lingkungan eksternal dan internal .
Eksternal terdiri dari, sosial ,budaya,ekonomi,politik,alam,pembatasan,Quota. Sedangkan Internal terdiri dari ,mutu barang yang rendah ,kurangnya promosi,pelayanan konsumen yang tidak memuaskan,dan juga agen yang tidak profresional .

  
 
 
 
 
 
SUMBER :
Kasim, Azhar. Teori Pembuatan Keputusan. Jakarta : Lembaga Penerbit FE UI. 1995
http://hendriansdiamond.blogspot.com/2012/01/nilai-nilai-dan-jenis-jenis-pengambilan.html
            id.wikipedia.org/wiki/Pengambilan_keputusan
            http://mazda4education.wordpress.com/2010/11/07/teknik-pengambilan-keputusan/
           buku Pokok-Pokok Materi Teori Pengambilan Keputusan,Oleh M. Iqbal Hasan tahun 2002,penerbit Ghalia indonesia.
           buku Teknik Pengambilan Keputusan , oleh J. Supranto.
http://christynatalia55.blogspot.com/2012/04/teori-pengambilan-keputusan.html